Makalah Penelitian Kimya Sang Putri Rumi Dalam Perpspektif Rabi’ah Al-Adawiyyah.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Cinta merupakan sumber dari hubungan antara Tuhan dengan ciptaan-Nya, yakni manusia dan alam semesta. Oleh karenanya cinta menjadi tema yang sangat penting. Mencintai Tuhan tidak dilarang dalam islam, bahkan dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menggambarkan cinta Tuhan kepada hamba dan cinta hamba kepada Tuhan. Ayat 54 dari surat Al-Maidah “Allah akan mendatangkan suatu umat yang dicintai-Nya dan orang yang mencintai-Nya”. Selanjutnya ayat 30 dari surat Ali Imron menyebutkan “katakanlah jika kami cinta kepada Tuhan, maka turutlah Aku, dan Allah akan mencintai kamu”. Kisah-kisah sufistik berkaitan dengan kedekatan seorang hamba kepada zat Allah. Menurut Sayyed Husein Nasr, bahwa tingkatan islam yang tertinggi adalah islamnya kaum sufi (gnostik atau Irfan) yakni orang-orang yang telah mencapai dekat dan berada dekat dengan Allah. Bagi kaum sufistik, tujuan hidup adalah sang pencipta yaitu Allah, karena itu mereka memandang dunia dan segala kenikmatannya adalah tiada nilainya, ini memang dunia setiap orang. Mereka yang telah mencapai derajat ini adalah mereka yang telah mencapai tingkat tertentu dalam dunia tasawuf yang dikenal dengan waliyullah (Amin, 2008:233).

blogger templates
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Cinta merupakan sumber dari hubungan antara Tuhan dengan ciptaan-Nya, yakni manusia dan alam semesta. Oleh karenanya cinta menjadi tema yang sangat penting. Mencintai Tuhan tidak dilarang dalam islam, bahkan dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menggambarkan cinta Tuhan kepada hamba dan cinta hamba kepada Tuhan. Ayat 54 dari surat Al-Maidah “Allah akan mendatangkan suatu umat yang dicintai-Nya dan orang yang mencintai-Nya”. Selanjutnya ayat 30 dari surat Ali Imron menyebutkan “katakanlah jika kami cinta kepada Tuhan, maka turutlah Aku, dan Allah akan mencintai kamu”.
Kisah-kisah sufistik berkaitan dengan kedekatan seorang hamba kepada zat Allah. Menurut Sayyed Husein Nasr, bahwa tingkatan islam yang tertinggi adalah islamnya kaum sufi (gnostik atau Irfan) yakni orang-orang yang telah mencapai dekat dan berada dekat  dengan Allah. Bagi kaum sufistik, tujuan hidup adalah sang pencipta yaitu Allah, karena itu mereka memandang dunia dan segala kenikmatannya adalah tiada nilainya, ini memang dunia setiap orang. Mereka yang telah mencapai derajat ini adalah mereka yang telah mencapai tingkat tertentu dalam dunia tasawuf yang dikenal dengan waliyullah (Amin, 2008:233). 

Download File Lengkapnya Di sini

0 Response to "Makalah Penelitian Kimya Sang Putri Rumi Dalam Perpspektif Rabi’ah Al-Adawiyyah.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Cinta merupakan sumber dari hubungan antara Tuhan dengan ciptaan-Nya, yakni manusia dan alam semesta. Oleh karenanya cinta menjadi tema yang sangat penting. Mencintai Tuhan tidak dilarang dalam islam, bahkan dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menggambarkan cinta Tuhan kepada hamba dan cinta hamba kepada Tuhan. Ayat 54 dari surat Al-Maidah “Allah akan mendatangkan suatu umat yang dicintai-Nya dan orang yang mencintai-Nya”. Selanjutnya ayat 30 dari surat Ali Imron menyebutkan “katakanlah jika kami cinta kepada Tuhan, maka turutlah Aku, dan Allah akan mencintai kamu”. Kisah-kisah sufistik berkaitan dengan kedekatan seorang hamba kepada zat Allah. Menurut Sayyed Husein Nasr, bahwa tingkatan islam yang tertinggi adalah islamnya kaum sufi (gnostik atau Irfan) yakni orang-orang yang telah mencapai dekat dan berada dekat dengan Allah. Bagi kaum sufistik, tujuan hidup adalah sang pencipta yaitu Allah, karena itu mereka memandang dunia dan segala kenikmatannya adalah tiada nilainya, ini memang dunia setiap orang. Mereka yang telah mencapai derajat ini adalah mereka yang telah mencapai tingkat tertentu dalam dunia tasawuf yang dikenal dengan waliyullah (Amin, 2008:233). "

Posting Komentar